Peluang eksplorasi pemikiran dari generasi muda berbagai daerah menurutnya sangat penting, mengingat Indonesia terdiri dari beragam suku, bahasa, budaya, dan agama.
"Dari refleksi itulah kesadaran generasi selanjutnya akan tumbuh,” simpul penyair kelahiran Longos, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep ini.
Profil Singkat A'yat Khalili
[caption id="attachment_1457" align="aligncenter" width="1024"]
A'yat Khalili, saat membacakan puisi kebangsaan karyanya yang dinobatkan sebagai Juara Pertama (Foto: Istimewa/doc.estoria)[/caption]
A’yat Khalili dikenal sebagai penulis asal Sumenep, Madura, dengan karya berupa esai, puisi, cerita pendek, dan catatan perjalanan yang tersebar di berbagai media nasional seperti Kompas dan Jawa Pos. Ia telah meraih sejumlah penghargaan sastra tingkat nasional hingga Asia Tenggara.
Pada 2019, ia menerima Penghargaan Terbaik Piala HB Jassin dari Bengkel Deklamasi Jakarta bekerja sama dengan Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin dan Pemda DKI Jakarta. Ia juga mendapat apresiasi dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta serta Yayasan Hari Puisi 2019.
Selain itu, A’yat pernah menghadiri Musyawarah Nasional Sastrawan Indonesia (MUNSI) II tahun 2017 di Jakarta, Pertemuan Penyair Nusantara ke-VI di Jambi (2012) dan ke-XI di Kudus (2019), serta menjadi pembicara di Borobudur Writers & Cultural Festival 2019.
Prestasi ini sekaligus mempertegas posisi A’yat Khalili sebagai representasi penyair muda dari ujung timur Madura yang mampu bersaing dan bersuara di panggung nasional, membawa identitas Sumenep dalam narasi kebangsaan Indonesia.
***