“Kehadiran para masyayikh dan tokoh NU pada pelantikan ini menunjukkan keberkahan untuk Kabupaten Sumenep,” ungkapnya.

 

Lebih lanjut, Bupati Fauzi menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri dalam menyelesaikan berbagai tantangan pembangunan. Karena itu, peran NU sebagai organisasi keagamaan terbesar dinilai sangat strategis dalam membantu pemerintah membangun masyarakat.

 

Menurutnya, sejumlah persoalan daerah seperti kemiskinan, pengangguran, hingga peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk PCNU Sumenep.

 

“Persoalan kemiskinan, pengangguran, dan peningkatan indeks pembangunan manusia tidak bisa diselesaikan pemerintah sendiri. Kita harus bersama-sama menghadirkan solusi untuk masyarakat,” tegasnya.

 

Bupati Fauzi juga mengapresiasi komposisi kepengurusan PCNU Sumenep periode 2026–2031 yang dinilai memiliki kualitas sumber daya manusia unggul. Hal itu terlihat dari banyaknya pengurus yang berasal dari kalangan akademisi dan memiliki latar belakang pendidikan tinggi.