Selain itu, mahasiswa juga mendorong agar anggaran hasil efisiensi dialihkan untuk membantu meringankan biaya pendidikan tinggi, termasuk subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan dukungan terhadap operasional perguruan tinggi.

 

Menurut mereka, langkah tersebut lebih mendesak untuk memastikan akses pendidikan yang terjangkau bagi masyarakat.

 

Sementara dalam klaster ekonomi dan energi, mahasiswa menyoroti pelemahan daya beli masyarakat yang dinilai semakin tertekan akibat berbagai kebijakan ekonomi belakangan ini.

 

Mereka mendesak otoritas moneter mengambil langkah konkret menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Selain itu, mahasiswa juga meminta pemerintah membatalkan kebijakan kenaikan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax yang dinilai berdampak langsung terhadap beban ekonomi masyarakat.
 

Di sisi lain, Pelaksana Tugas Sekretaris Wakil Presiden, Al Muktabar, menegaskan bahwa Wapres Gibran menghargai seluruh masukan yang disampaikan mahasiswa.