Megawati menilai kondisi tersebut berbeda dengan sistem parlementer yang mengharuskan pemerintah mempertahankan kepercayaan mayoritas parlemen agar tetap berkuasa.

 

Untuk memperkuat argumentasinya, Megawati mengutip pemikiran ilmuwan politik Giovanni Sartori dalam buku Parties and Party Systems: A Framework for Analysis (1976). Menurutnya, Sartori memperkenalkan konsep responsible opposition, yakni sikap politik yang tidak hanya mengkritik pemerintah, tetapi juga ikut menjaga stabilitas negara dan keberlangsungan pemerintahan.

 

Sebaliknya, Sartori mengkritik praktik irresponsible opposition, yaitu oposisi yang menjadikan penolakan sebagai tujuan utama tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap kepentingan bangsa dan kesejahteraan masyarakat.

 

Berangkat dari dasar konstitusi, pengalaman politik, dan teori tersebut, Megawati menegaskan PDIP memilih menjalankan fungsi sebagai partai penyeimbang. Artinya, partai akan tetap mengawasi, mengkritisi, sekaligus mendukung kebijakan pemerintah yang dinilai berpihak pada kepentingan rakyat dan sesuai amanat konstitusi.