Selain memperkuat pertukaran informasi intelijen, kedua pihak juga membahas ancaman peredaran fentanyl beserta bahan prekursornya, penanganan jaringan cyber-enabled fraud, serta pengembangan kemampuan personel melalui berbagai program pelatihan di FBI Academy.
Kapolri juga mengungkapkan bahwa hubungan Polri dan FBI sebenarnya telah terjalin cukup lama. Kerja sama tersebut diperkuat melalui Letter of Intent yang ditandatangani pada 2019 dan diperpanjang hingga 2029 sebagai dasar pengembangan kapasitas serta penanggulangan kejahatan transnasional.
Menurut Sigit, hingga kini sebanyak 286 personel Polri telah mengikuti berbagai program pelatihan bersama FBI.
"Kami mengapresiasi pelaksanaan berbagai program pengembangan kapasitas bersama FBI yang telah diikuti oleh 286 personel Polri. Dukungan tersebut telah memberikan kontribusi penting bagi peningkatan profesionalisme, pengetahuan, dan kemampuan teknis personel Polri dalam menghadapi berbagai bentuk kejahatan modern," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur FBI Kash Patel menyampaikan apresiasi atas hubungan yang telah terjalin dengan Polri. Ia menegaskan komitmen FBI untuk terus memperkuat kerja sama dalam pemberantasan terorisme, narkotika, kejahatan siber, serta berbagai bentuk kejahatan lintas negara lainnya melalui langkah yang lebih konkret dan berkelanjutan.