estoria.id - Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Sumenep menunjukkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan pesisir melalui kegiatan “JMSI Peduli Lingkungan: Pers Menjaga Pesisir untuk Masa Depan Sumenep”.
Kegiatan tersebut digelar pada Jumat (28/8/2026), di kawasan Spot Pancing Pantai Matahari, Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep.
Dalam kegiatan itu, JMSI bersama berbagai pihak melakukan penanaman 1.500 bibit mangrove sebagai upaya menjaga ekosistem pesisir sekaligus mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan.
Kepala Desa Lobuk, Moh Saleh, menyampaikan terima kasih kepada JMSI Kabupaten Sumenep yang telah memilih kawasan Spot Pancing Pantai Matahari sebagai lokasi kegiatan penanaman mangrove.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bentuk kerja sama yang baik antara media, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus mendorong pengembangan wisata di Desa Lobuk.
“Terima kasih kepada teman-teman JMSI yang telah mempercayakan kegiatan ini di tempat wisata kami. Mudah-mudahan kerja sama ini terus terjalin dan semakin kuat,” ujar Moh Saleh.
Ia mengatakan, Pantai Matahari yang mulai berdiri sejak 2022 hingga kini masih terus berbenah dan berkembang. Karena itu, pihaknya berharap perhatian pemerintah daerah, khususnya Dinas Pariwisata, semakin besar sehingga potensi wisata tersebut dapat memberikan dampak bagi masyarakat.
“Semakin berkembangnya Pantai Matahari diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan sekaligus membuka peluang bagi pelaku UMKM di sekitar kawasan wisata,” ungkapnya.
Terkait penanaman mangrove, Moh Saleh menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak boleh berhenti pada seremoni penanaman. Bibit yang sudah ditanam harus dirawat dan diawasi secara rutin.
“Harapan kami kegiatan ini tidak berhenti pada penanaman saja, tetapi dilanjutkan dengan pemeliharaan dan pengawasan. Mangrove yang ditanam harus terus tumbuh dan berkembang,” katanya.
Ia menjelaskan, keberadaan mangrove memiliki manfaat besar bagi kawasan pesisir. Selain membantu mencegah abrasi, mangrove juga menjadi habitat bagi berbagai biota laut seperti ikan kecil, udang, dan kepiting.
Karena itu, Pemerintah Desa Lobuk siap mendorong kerja sama dengan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
“Kami berharap kerja sama ini berlanjut pada pengawasan dan pemeliharaan mangrove di Pantai Matahari. Walaupun dimulai dari langkah kecil, insyaallah ke depan manfaatnya akan luar biasa,” pungkasnya.
Sebatas informasi tambahan, kegiatan tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak, di antaranya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, DPRD Sumenep, Said Abdullah Institute, Pakoe Original, BPRS Bhakti Sumekar, SKK Migas Jabanusa, HCML, Medco Energi, KEI, Pemerintah Desa Lobuk, pengelola Pantai Matahari Lobuk, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep, RSUD Moh. Anwar Sumenep, DRT The Big Family, Djava, PR Bahagia, serta Haswal Group.