estoria.id – Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, mulai mengerucutkan sejumlah nama yang diusulkan sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031, Senin (31/8/2026).

 

Berdasarkan tabulasi usulan nama bakal calon Ketua Umum PBNU yang ditampilkan dalam forum Muktamar, terdapat sejumlah nama yang memperoleh dukungan dari peserta.

 

Dari total 2.397 suara yang tercatat dalam tabulasi tersebut, lima nama berada di posisi teratas dengan perolehan suara yang cukup menonjol dibandingkan kandidat lainnya.

 

Berikut lima nama dengan suara terbanyak:

 

1. KH Abdul Hakim Mahfudz – 472 suara

 

Nama KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin menempati posisi pertama dalam tabulasi usulan bakal calon Ketua Umum PBNU.

 

Ia memperoleh total 472 suara. Perolehan tersebut membuat Abdul Hakim Mahfudz menjadi nama dengan dukungan tertinggi dalam daftar yang ditampilkan.

 

Dengan selisih yang cukup jauh dari kandidat di bawahnya, posisi Abdul Hakim Mahfudz menjadi salah satu perhatian dalam dinamika pencalonan Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026-2031.

 

2. KH Zulfa Musthofa – 262 suara

 

Di posisi kedua terdapat KH Zulfa Musthofa. Dalam tabulasi, ia mengantongi 262 suara. Perolehan tersebut menempatkannya sebagai nama dengan dukungan terbesar kedua setelah KH Abdul Hakim Mahfudz.

 

Selisih antara posisi pertama dan kedua mencapai 210 suara, sementara Zulfa Musthofa unggul tipis atas nama yang berada di peringkat ketiga.

 

3. KH Abdussalam Sochib – 261 suara

 

Posisi ketiga ditempati KH Abdussalam Sochib dengan total 261 suara. Jumlah tersebut hanya terpaut satu suara dari KH Zulfa Musthofa yang berada di posisi kedua.

 

Perolehan ini menunjukkan persaingan yang sangat ketat di papan atas, khususnya antara posisi kedua dan ketiga.

 

4. KH Yahya Cholil Staquf – 258 suara

 

Selanjutnya, KH Yahya Cholil Staquf berada di peringkat keempat dengan total 258 suara.

 

Perolehan tersebut hanya berselisih 3 suara dari KH Abdussalam Sochib dan 4 suara dari KH Zulfa Musthofa.

 

Dengan demikian, tiga nama yang berada di posisi kedua hingga keempat menunjukkan jarak dukungan yang sangat tipis dalam tabulasi tersebut.

 

5. KH Nusron Wahid – 207 suara

 

Sementara itu, posisi kelima ditempati KH Nusron Wahid. Ia tercatat memperoleh 207 suara.

 

Nusron Wahid menjadi nama terakhir dalam jajaran lima besar usulan bakal calon Ketua Umum PBNU berdasarkan tabulasi yang ditampilkan.

 

Perolehan 207 suara tersebut terpaut 51 suara dari KH Yahya Cholil Staquf yang berada di posisi keempat.

 

Persaingan Lima Besar

 

Jika disusun berdasarkan total perolehan, lima nama teratas tersebut adalah:

 

1. KH Abdul Hakim Mahfudz – 472 suara
2. KH Zulfa Musthofa – 262 suara
3. KH Abdussalam Sochib – 261 suara
4. KH Yahya Cholil Staquf – 258 suara
5. KH Nusron Wahid – 207 suara

 

Data tabulasi menunjukkan KH Abdul Hakim Mahfudz berada cukup jauh di posisi teratas, dengan keunggulan 210 suara atas peringkat kedua.

 

Sementara itu, pertarungan di posisi kedua hingga keempat berlangsung jauh lebih ketat. Zulfa Musthofa, Abdussalam Sochib, dan Yahya Cholil Staquf hanya terpaut empat suara secara keseluruhan.

 

Namun, daftar tersebut merupakan tabulasi nama yang diusulkan sebagai bakal calon, sehingga belum otomatis menjadi hasil akhir pemilihan Ketua Umum PBNU.