estoria.id - Sebuah video yang memperlihatkan aktivitas penanaman bibit kelapa sawit di atas lahan yang tampak hangus terbakar mendadak menjadi sorotan di media sosial.
Dalam rekaman tersebut, seorang pria terlihat membawa sejumlah bibit sawit menuju hamparan lahan berwarna hitam. Satu per satu bibit kemudian ditanam di antara sisa-sisa vegetasi yang tampak gosong.
Kondisi lahan dalam video memperlihatkan tanah yang menghitam dan berdebu. Di sejumlah titik masih terlihat batang maupun tanaman yang telah terbakar.
Pemandangan inilah yang kemudian memantik pertanyaan publik. Penanaman sawit di atas lahan yang diduga baru saja mengalami kebakaran membuat sebagian warganet mempertanyakan apakah kebakaran tersebut berkaitan dengan proses pembukaan lahan.
Video tersebut awalnya diunggah oleh akun TikTok @mu.aaprisahmi. Rekaman kemudian kembali beredar setelah dibagikan akun Instagram @lambeturah pada Jumat, 28 Agustus 2026.
Meski ramai diperbincangkan, informasi mengenai lokasi persis lahan tersebut belum diketahui. Begitu pula dengan waktu terjadinya kebakaran dan penyebab lahan hingga terbakar. Video yang beredar belum cukup untuk memastikan hal tersebut.
Pemilik Video Beri Klarifikasi
Di tengah ramainya perdebatan, pemilik video bernama Fahmi memberikan penjelasan melalui kolom komentar.
Fahmi menyebut lahan yang terlihat dalam rekaman bukan kawasan hutan lindung. Ia juga mengklaim area tersebut telah memiliki izin untuk dikelola.
"Ini bukan hutan lindung dan hutan ini sudah izin kelola," tulis Fahmi.
Klarifikasi itu muncul setelah sejumlah pengguna media sosial mempertanyakan status lahan sekaligus menyinggung dugaan pembukaan lahan dengan cara dibakar.
Pertanyaan lain juga bermunculan, terutama terkait apakah pembakaran dapat digunakan sebagai metode untuk membuka lahan.
Klaim Lahan Dibakar Setelah Tanaman Ditumbangkan
Fahmi kemudian memberikan penjelasan tambahan mengenai kondisi lahan yang terlihat hangus.
Menurut dia, pepohonan atau tanaman di area tersebut terlebih dahulu ditumbangkan sebelum dilakukan pembakaran.
"Itu ditumbang dulu baru dibakar, Bang," tulisnya dalam kolom komentar.
Namun, penjelasan tersebut justru tidak menghentikan perdebatan. Sejumlah warganet tetap mempertanyakan dampak pembakaran terhadap lingkungan, termasuk kemungkinan keberadaan satwa yang berada di kawasan tersebut.
Sorotan semakin kuat karena setelah kondisi lahan tampak hangus, area itu dalam video justru terlihat mulai dimanfaatkan untuk menanam bibit kelapa sawit.
Komentar publik pun terbelah. Ada yang mempertanyakan praktik pembukaan lahan, sementara sebagian lainnya menyoroti potensi kerusakan lingkungan dan ancaman terhadap habitat satwa.
"Demi sawit rela membunuh hewan dengan cara membakar hutan," tulis salah seorang pengguna media sosial.
Meski demikian, tudingan bahwa lahan tersebut merupakan kawasan hutan atau bahwa kebakaran sengaja dilakukan untuk membuka perkebunan sawit belum dapat dipastikan hanya berdasarkan rekaman video dan komentar di media sosial.
Hingga kini, identitas lokasi, status hukum lahan, waktu kebakaran, serta penyebab pasti terbakarnya area tersebut masih menjadi pertanyaan yang belum terjawab dari informasi yang beredar.