“Saya bisa memahami apa yang dia (Vance) katakan. Saya menyebutnya sebagai konflik militer karena bagi kita ini adalah hal kecil. Ini bukan perkara besar,” ujar Trump, seperti dikutip Asia One.
Pernyataan tersebut muncul setelah Vance sehari sebelumnya juga menolak penggunaan istilah “perang” untuk menggambarkan konflik yang telah berlangsung selama enam bulan.
Menurut Vance, saat ini tidak terdapat kontak tembak langsung yang aktif di lapangan.
Meski demikian, konflik tersebut bukan tanpa konsekuensi.
Eskalasi meningkat setelah Iran melancarkan serangan balasan ke Kuwait, sekutu AS di kawasan Teluk, menyusul rangkaian serangan udara Amerika Serikat dan Israel yang dimulai sejak 28 Februari 2026.