Proses untuk mendapatkan kapal tersebut berlangsung lebih dari satu tahun. Skema pengadaannya juga sempat berubah, dari rencana akuisisi berbayar menjadi transfer secara cuma-cuma dari Italia kepada Indonesia.

 

Sebelum tiba di Jakarta, Garibaldi telah menempuh perjalanan panjang dari Italia. Kapal tersebut meninggalkan negara asalnya pada Senin (24/8/2026) dengan mendapat pengawalan kapal perang Angkatan Laut Italia.

 

Dalam pelayarannya menuju Indonesia, Garibaldi sempat singgah di sejumlah negara. Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul mengatakan salah satu negara yang disinggahi kapal tersebut adalah Sri Lanka.

 

Dari Sri Lanka, kapal kemudian melanjutkan pelayaran menuju Indonesia melalui Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I, melewati kawasan perairan Bangka, Bangka Belitung.

 

Begitu memasuki wilayah perairan Indonesia, Garibaldi mendapat pengawalan langsung dari dua kapal perang TNI AL, yakni KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321.