esrtoria.id — Isu perombakan kabinet kembali berembus di tengah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Namun, Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengaku tidak terusik dengan spekulasi mengenai kemungkinan dirinya dicopot dari jabatan.
Pigai bahkan menegaskan tidak memiliki alasan untuk takut kehilangan posisi sebagai menteri. Baginya, jabatan merupakan kewenangan Presiden dan penilaian terhadap kinerja menteri sepenuhnya berada di tangan Kepala Negara.
Pernyataan itu disampaikan Pigai saat berada di Denpasar, Bali, Jumat. Dengan nada santai, ia menyebut tidak masuk akal jika dirinya harus berhenti bekerja hanya karena dihantui isu reshuffle.
“Tidak ada (takut). Kalau saya takut, untuk apa saya ke Bali? Mending tunggu, lihat-lihat handphone di Jakarta saja. Nunggu kan biasa saja,” ujar Pigai.
Menurut dia, seorang menteri tidak seharusnya larut dalam spekulasi mengenai posisinya. Ia memilih tetap menjalankan agenda dan bekerja seperti biasa.
Pigai menegaskan, Presiden Prabowo memiliki kewenangan untuk mengevaluasi seluruh anggota kabinet, termasuk menentukan apakah seorang menteri masih dipertahankan atau diganti.
“Pigai terkenal karena kerja. Mana ada orang terkenal kalau tanpa kerja, diam-diam. Yang menilai itu Presiden. Presiden yang menilai. Presiden yang memiliki kapasitas, otoritas, hak prerogatif untuk menilai KPI (Key Performance Index) para menteri,” katanya.
Tak Mau Dinilai dari Survei
Pigai juga menyinggung cara seorang menteri semestinya dievaluasi. Menurut dia, ukuran kinerja kabinet seharusnya bertumpu pada data dan capaian kerja, bukan sekadar hasil survei maupun pemberitaan media.
Ia mengatakan Prabowo sebagai Presiden memiliki kapasitas untuk melihat langsung kinerja para pembantunya berdasarkan data yang tersedia.
“Pak Prabowo itu intelektual. Intelektual itu menilai berbasis kepada data. Oleh karena itulah penilaian-penilaian itu kepada Presiden, bukan oleh survei, bukan oleh wartawan,” ujar Pigai.
Karena itu, Pigai mengaku tidak pernah memikirkan apakah posisinya akan berubah akibat reshuffle. Saat datang ke Bali, ia mengatakan fokusnya hanya menjalankan tugas sebagai Menteri HAM.
“Saya kemarin datang ke sini saya tidak pernah mikir posisi saya akan berubah atau tidak, saya kerja saja. Karena saya tahu Presiden yang menilai,” katanya.
Pigai pun memilih tidak terjebak dalam berbagai spekulasi mengenai reshuffle. Baginya, selama masih dipercaya menjalankan tugas, pekerjaan sebagai menteri harus tetap dilakukan.