estoria.id - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep berhasil meraih penghargaan sebagai salah satu Stand Terbaik dalam Pameran Pembangunan Madura Night Vaganza (MNV) 2026.
Penghargaan tersebut diumumkan pada Kamis (3/9/2026) malam, seusai kegiatan Madura Bersholawat yang berlangsung di kawasan GOR A. Yani Pangligur, Sumenep.
Capaian itu menjadi bentuk apresiasi atas kreativitas sekaligus kerja kolektif jajaran Bappeda dalam menyajikan berbagai informasi pembangunan daerah agar lebih dekat dan mudah dipahami masyarakat.
Pada ajang tersebut, Bappeda Sumenep tidak sekadar menghadirkan stan pameran. Konsep yang diusung memadukan informasi pembangunan dengan kekayaan budaya lokal melalui desain yang mengambil inspirasi dari Pendopo dan Keraton Sumenep.
Konsep tersebut memiliki makna tersendiri. Pendopo menggambarkan ruang untuk berkumpul, bermusyawarah, menyampaikan aspirasi hingga membangun kesepakatan. Sementara Keraton merepresentasikan sejarah, identitas serta kearifan lokal yang menjadi bagian penting dari Sumenep.
Kepala Bappeda Kabupaten Sumenep, Dr. Ir. Arif Firmanto, S.TP., M.Si., IPU., ASEAN Eng., mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran.
Menurutnya, proses untuk menghadirkan stan tersebut tidak berlangsung singkat. Mulai dari penyusunan konsep, penyiapan materi, pembangunan stan hingga berbagai kegiatan selama pameran dilakukan melalui kerja sama seluruh tim.
“Berkat kerja keras, kerja cerdas, kekompakan, kebersamaan dan semangat pengabdian, stan ini dapat terbangun, terselesaikan dan dimeriahkan acara setiap harinya,” tuturnya.
Arif menegaskan, penghargaan bukan menjadi tujuan utama keikutsertaan Bappeda dalam Pameran Pembangunan MNV 2026.
Lebih dari sekadar mengejar predikat terbaik, pameran tersebut dimanfaatkan sebagai ruang komunikasi agar masyarakat dapat mengetahui sekaligus memahami perkembangan pembangunan daerah.
“Tujuan utama kami bukan untuk mendapatkan juara, tetapi bagaimana masyarakat bisa datang, melihat dan memahami apa yang sudah dilakukan pemerintah, termasuk bagaimana arah pembangunan Sumenep ke depan,” tegasnya.
Melalui stan tersebut, masyarakat disuguhkan beragam informasi pembangunan Kabupaten Sumenep. Di antaranya program unggulan daerah, capaian pembangunan, kondisi sosial ekonomi hingga inovasi yang dikembangkan untuk mendukung tata kelola pemerintahan dan pembangunan.
Berbagai indikator pembangunan juga ditampilkan secara terbuka, seperti tingkat pengangguran terbuka, persentase penduduk miskin, laju pertumbuhan ekonomi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) serta Indeks Gini.
Tak hanya itu, pengunjung juga dapat memperoleh informasi mengenai sejumlah dokumen dan sistem perencanaan pembangunan, antara lain Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK), e-Stunting, E-SAKIP hingga Peti Koin Bermantara.
Bappeda turut memperkenalkan bagaimana proses perencanaan pembangunan daerah dilakukan. Mulai dari persiapan penyusunan rancangan awal, penyusunan rancangan awal, forum perangkat daerah, Musrenbang RKPD Kabupaten, perumusan rancangan akhir hingga penetapan RKPD.
“Setiap program pembangunan tentu melalui proses. Ada data, pembahasan, koordinasi dan tahapan yang harus dilalui. Kami ingin masyarakat memahami proses tersebut,” jelasnya.
Untuk membuat penyampaian informasi lebih interaktif, stan Bappeda juga dilengkapi berbagai fasilitas hiburan dan ruang partisipasi masyarakat.
Pengunjung dapat menggunakan video booth, mengikuti kuis serta mendapatkan berbagai hadiah yang disiapkan selama pameran berlangsung.
Bappeda juga menggelar lomba foto yang dapat diikuti masyarakat umum dengan memanfaatkan ornamen dan berbagai aktivitas yang tersedia di stan.
Keberadaan stan tersebut turut mendapat perhatian dari pimpinan daerah. Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo berkesempatan mengunjungi stan Bappeda dan melihat langsung informasi pembangunan, program unggulan, data daerah serta inovasi yang dipamerkan.
Bupati bahkan turut mencoba fasilitas video booth yang disediakan untuk pengunjung.
Sementara itu, Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim juga meninjau stan sekaligus melihat secara langsung konsep Pendopo dan Keraton yang menjadi identitas utama desain stan Bappeda.
Arif menilai penghargaan yang diraih harus menjadi pemacu bagi seluruh jajaran Bappeda untuk terus menghadirkan kreativitas dan inovasi dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dalam menjalankan tugas.
“Terima kasih semuanya. Tetap jaga kebersamaan, kekompakan dan semangat pengabdian. Bekerja bukan hanya tentang menyelesaikan tugas, tetapi juga tentang menghadirkan manfaat dan keberkahan bagi sesama,” ujarnya.
Ke depan, semangat tersebut diharapkan terus menjadi bagian dari budaya kerja Bappeda Sumenep. Dengan demikian, proses perencanaan pembangunan tidak hanya berjalan secara terarah dan terukur, tetapi juga mampu memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.