Kamalil juga menempatkan moral sebagai landasan perjuangan politik. Menurutnya, pembangunan bangsa tidak dapat dilepaskan dari nilai-nilai moral yang menyertai setiap langkah dan kebijakan.

“Bangsa dibangun tanpa moral tidak bisa. Jadi, kita membangun bangsa salah satunya melalui PKB,” katanya.

 

Pernyataan tersebut menegaskan nilai yang ingin dibawa PKB dalam perjuangannya. Namun, di luar forum resmi, nilai-nilai itu juga berhadapan dengan praktik keseharian organisasi, termasuk bagaimana rasa saling menghargai dan kebersamaan dijaga.

 

Kader yang menyampaikan keluhan tersebut berharap pengukuhan pengurus baru tidak sekadar menjadi seremoni, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antarkader dan seluruh undangan.

 

“Pengukuhan ini mestinya menjadi momentum menyatukan kader. Jangan sampai ada kesan bahwa penghargaan terhadap undangan dibedakan berdasarkan kategori. Kalau ingin membangun partai yang kuat, rasa memiliki dan kebersamaan harus dijaga,” katanya.

 

Target 15 Kursi dan Tantangan Soliditas