Menurut konsep pernyataan tersebut, pengembangan layanan digital juga diharapkan dapat mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang membutuhkan akses layanan keuangan secara efisien.
“Kemudahan transaksi bukan hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga tentang bagaimana layanan perbankan dapat menyesuaikan diri dengan ritme kehidupan nasabah,” imbuhnya.
Karena itu, literasi digital dan pemahaman mengenai keamanan bertransaksi tetap menjadi bagian penting. Nasabah diharapkan menjaga kerahasiaan PIN, kata sandi, serta kode verifikasi dan tidak membagikannya kepada pihak lain.
Pihaknya mengajak masyarakat untuk memanfaatkan Tabungan Barokah sekaligus mengenal layanan digital yang tersedia, termasuk BBS Mobile dan ATM Cardless.
“Kehadiran layanan ini diharapkan memberikan pengalaman perbankan yang lebih fleksibel, baik untuk memenuhi kebutuhan pribadi maupun mendukung kelancaran aktivitas usaha,” tukasnya.