“Sejujurnya, saya merasa agak emosional. Saya merasa terluka,” ujarnya.

 

Ia menegaskan, keputusan untuk mengenakan ataupun melepas hijab seharusnya menjadi hak dirinya sendiri.

 

Penolakan terhadap aturan itu kemudian meluas melalui demonstrasi dan kampanye media sosial. Video yang beredar memperlihatkan sejumlah siswa memeluk guru mereka sambil menangis ketika sang guru dilarang memasuki sekolah.

 

Media setempat juga melaporkan aksi boikot kelas di sedikitnya dua sekolah. Situasi semakin memanas hingga berujung pada penangkapan 37 orang dalam rangkaian protes tersebut.

 

Peristiwa ini memperlihatkan bahwa perubahan aturan seragam tidak berhenti pada persoalan tata tertib sekolah. Kebijakan tersebut telah berkembang menjadi perdebatan mengenai hak beragama, kebebasan berekspresi, dan kewenangan pemerintah dalam mengatur lingkungan pendidikan.