estoria.id – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kembali memicu ketegangan di kawasan Asia Tenggara. Anggota parlemen Malaysia, Syed Saddiq Syed Abdul Rahman, mendesak negara-negara ASEAN mengambil langkah diplomatik bersama untuk menekan Indonesia agar penanganan kebakaran tidak berlarut-larut.

 

Tak hanya melalui nota protes diplomatik, politikus Malaysia itu juga mengusulkan tekanan ekonomi terhadap perusahaan yang diduga terlibat dalam pembakaran lahan. Ia menilai negara-negara terdampak perlu memanfaatkan pengaruh finansial mereka untuk mendorong pertanggungjawaban atas pencemaran udara lintas batas.

 

Dalam sidang Dewan Rakyat Malaysia pada Selasa (13/10/2026), Syed Saddiq meminta pemerintah Malaysia tidak bergerak sendiri, melainkan membangun sikap bersama dengan negara ASEAN lain, termasuk Singapura.

 

“Kita harus mengirimkan nota diplomatik yang kuat bahwa Malaysia keberatan, dan bukan hanya Malaysia yang keberatan,” kata Syed Saddiq, seperti dikutip Reuters.

 

Ia menginginkan protes tersebut menjadi pesan tegas bahwa persoalan kabut asap tidak bisa dianggap sebagai masalah domestik satu negara, mengingat dampaknya turut dirasakan negara-negara tetangga.