Musim kemarau yang diperparah kondisi kering akibat El Nino disebut menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko kebakaran. Asap dari kebakaran kemudian menyebar ke wilayah lain dan memicu gangguan kualitas udara di kawasan Asia Tenggara.
Menghadapi situasi tersebut, Presiden Prabowo Subianto dilaporkan telah memerintahkan penambahan sumber daya untuk mempercepat penanganan karhutla.
Menurut laporan Reuters, lebih dari 69.000 personel dikerahkan untuk menangani kebakaran, meningkat dibandingkan sekitar 44.000 personel pada pertengahan September 2026.
ASEAN Bersiap Bahas Kabut Asap Lintas Batas
Persoalan kabut asap diperkirakan kembali menjadi agenda penting dalam hubungan antarnegara di Asia Tenggara. Para menteri luar negeri negara-negara ASEAN dijadwalkan membahas masalah pencemaran udara lintas batas dalam pertemuan bulan depan.