Ia juga merupakan pencipta syair Ya Lal Wathan, lagu perjuangan yang hingga kini menjadi mars kebanggaan warga Nahdlatul Ulama.
Dalam perjalanan intelektualnya, KH Abdul Wahab mendirikan sejumlah organisasi penting, seperti Tashwirul Afkar, Nahdlatut Tujjar, dan Syubbanul Wathan. Bersama KH Hasyim Asy'ari, ia juga menggagas Komite Hijaz pada 1926 yang kemudian menjadi tonggak lahirnya Nahdlatul Ulama.
Warisan sejarah itulah yang membuat Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas memiliki posisi istimewa dalam perjalanan NU.
Dari markas perjuangan di era Perang Diponegoro, berkembang menjadi pusat pendidikan Islam, melahirkan tokoh-tokoh besar bangsa, hingga kembali dipercaya menjadi tuan rumah Muktamar Ke-35 NU pada Agustus 2026, Tambakberas menjadi saksi hidup perjalanan panjang organisasi Islam terbesar di Indonesia.