Bentuk cinta tersebut, lanjut Raudlatun, dapat hadir melalui hal-hal sederhana yang sering kali justru luput dari perhatian orang tua.

 

“Cinta itu bisa diberikan melalui waktu yang berkualitas bersama anak, kata-kata yang menguatkan, pelayanan, pemberian yang bermakna, serta sentuhan dan kedekatan fisik,” katanya.

 

Pesan tersebut membuat kegiatan berlangsung interaktif. Selama kurang lebih tiga jam, perhatian peserta tetap terjaga. Para ibu tidak hanya menyimak pemaparan, tetapi juga merespons berbagai ilustrasi dan refleksi yang disampaikan pemateri.

 

Suasana semakin cair ketika pemateri mengangkat sejumlah contoh persoalan pengasuhan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Tawa dan respons peserta beberapa kali terdengar sebelum forum berlanjut pada sesi diskusi.

 

Pada sesi tersebut, para peserta aktif mengajukan pertanyaan sekaligus berbagi pengalaman mengenai berbagai persoalan yang mereka hadapi dalam mendampingi anak.