Aku hanya ingin tahu
mengapa tubuh yang datang untuk dirawat
pulang sebagai kabar kematian,
sementara pertanyaan keluargaku
masih berdiri di lorong,
menunggu seseorang
bersedia menatapnya.
Said,
di sini tanah tak pernah bertanya
siapa yang punya kuasa,
siapa yang menyusun anggaran,
siapa yang namanya terpampang
di depan sebuah bangunan.
Tanah hanya menerima
apa yang diserahkan kepadanya.
Tetapi di atas sana,
orang-orang masih hidup
dengan jawaban yang bisa ditunda,
dengan pintu yang bisa ditutup,
dengan suara yang bisa dikecilkan
sampai nyaris tak terdengar.
Baca Juga:SPPG MBG Jadi ASN, Bikin Gemes
Maka dengarlah aku sekali lagi, Said.