Viral Video Satir, Diduga Perempuan Iran “Minta Maaf” kepada Pemimpin AS
Viral! Diduga Perempuan Iran “Minta Maaf” ke Amerika, Isi Videonya Mengejutkan. Warganet Heboh Video Perempuan Iran Sindir Amerika Serikat Soal Perang & HAM.
ESTORIA – Sebuah video pernyataan dari seorang perempuan diduga warga Iran viral di sejumlah platform media sosial pekan ini. Isi video tersebut mencuri perhatian karena bernada satir dan tajam, lontarkan kritik tindakan politik dan militer Amerika Serikat di Timur Tengah.
Pesan yang disampaikan memuat kritik keras terkait sanksi ekonomi, perang regional, hingga intervensi politik AS.
Dalam video itu, sang pembicara membuka dengan sapaan “para pemimpin Amerika” dan menyampaikan apa yang ia sebut sebagai permintaan maaf “atas nama seluruh rakyat Iran”.
Pesan tersebut memadukan ironi, sindiran, dan kritik historis atas hubungan kedua negara. Berikut pernyataan lengkap sebagaimana disampaikan dalam video viral di berbagai platform medsos tersebut.
Full Statement
Hey American leaders,
I just wanted to apologize to the United States of America on behalf of all the Iranian people.
I apologize to you that we established our country in the middle of your military bases in the Middle East more than 25 years ago, before even the United States of America existed on the map.
I apologize to you that we failed to consider your desperate need for our national oil and minerals to remain the so-called greatest country in the world.
I apologize to you that the Iranians failed to starve in Iran after more than 40 years of the heaviest sanctions imposed on us under the excuse of fighting against terrorism.
I apologize to you that they failed to accept your generous and fair offers in the negotiations, so that you had to waste billions of the American tax dollars for talking to Iran.
I apologize to you that we failed to remain silent like many other countries before Israel’s genocide of Palestinian women and children, so that Netanyahu had to drag you into his war at the cost of American lives.
I apologize to you that our leaders were not corrupt enough to be in the absent file. Unlike Trump, who had to attack Iran to distract the American people from the fact that their country is being run by a bunch of satanic pedophiles.
And at last, at last I truly apologize to you that more than 165 Iranian schoolgirls happened to be in the way of your missiles, revealing how honestly you really care about human rights.
I really apologize for that.
Versi Indonesia
Hai para pemimpin Amerika,
Saya hanya ingin meminta maaf kepada Amerika Serikat atas nama seluruh rakyat Iran.
Saya meminta maaf kepada Anda karena kami mendirikan negara kami di tengah-tengah pangkalan militer Anda di Timur Tengah lebih dari 25 abad yang lalu, bahkan sebelum Amerika Serikat ada di peta.
Saya meminta maaf karena kami gagal mempertimbangkan kebutuhan putus asa Anda atas minyak dan mineral nasional kami demi tetap menjadi negara yang disebut-sebut sebagai yang terhebat di dunia.
Saya meminta maaf karena rakyat Iran gagal mati kelaparan di Iran setelah lebih dari 40 tahun dijatuhi sanksi paling berat dengan dalih memerangi terorisme.
Saya meminta maaf karena mereka gagal menerima tawaran Anda yang murah hati dan adil dalam negosiasi, sehingga Anda harus membuang miliaran dolar pajak rakyat Amerika hanya untuk berbicara dengan Iran.
Saya meminta maaf karena kami gagal tetap diam seperti banyak negara lain terhadap genosida Israel terhadap perempuan dan anak-anak Palestina, sehingga Netanyahu harus menyeret Anda ke dalam perang itu dengan mengorbankan nyawa warga Amerika.
Saya meminta maaf karena para pemimpin kami tidak cukup korup untuk masuk ke dalam ‘absent file’. Tidak seperti Trump, yang harus menyerang Iran untuk mengalihkan perhatian rakyat Amerika dari kenyataan bahwa negara mereka dijalankan oleh sekelompok pedofil satanis.
Dan akhirnya, akhirnya saya sungguh meminta maaf, bahwa lebih dari 165 siswi Iran kebetulan berada di jalur misil Anda, sehingga memperlihatkan seberapa tulus Anda benar-benar peduli pada hak asasi manusia. Saya benar-benar meminta maaf untuk itu.
Reaksi Warganet: Satir, Kekaguman, dan Doa Mengalir di Kolom Komentar
Salah satu unggahan ulang video tersebut tayang di akun @Ican Gipsy memicu gelombang komentar dari berbagai pengguna. Banyak warganet melihat pernyataan itu sebagai bentuk satir yang cerdas, sementara yang lain menilai keberanian sang pembicara layak diapresiasi.
Beberapa komentar bernada humor, seperti pengguna @87y8@Yono yang menulis bahwa “Iran itu nenek moyangnya Amerika… sedang mengajari cara minta maaf.” Ada juga pengguna @aku dan kesayanganku yang memuji sosok dalam video sebagai “perempuan tangguh dari Iran” dan menyebutnya keren.
Pengguna @rudie menekankan bahwa apa pun medianya—“AI, OI, EI”—yang terpenting adalah pesannya tersampaikan. Sementara @Ayu Basuki menyebut video itu sebagai “satir dan sarkasme terkeren tahun ini.”
Komentar bernada apresiatif juga datang dari @YangPanda, yang menilai sang penyampai pesan sebagai sosok cerdas dan pemberani. Senada, @ria menulis bahwa meski kalimatnya memakai gaya “meminta maaf”, isinya justru penuh sindiran halus yang dinilai “keren”.
Di sisi lain, komentar seperti dari @Mu Fi Su memuat kritik terhadap kebijakan pemerintah tertentu yang dianggap tidak menyejahterakan rakyat dan justru mempersulit kehidupan masyarakat.
Doa untuk keselamatan rakyat Iran pun mengalir dari pengguna @CatatanHarian_69, yang menuliskan harapan agar Allah melindungi penduduk beserta para pejabat Iran.
Respons semarak ini menunjukkan bahwa video tersebut bukan hanya menggugah perhatian global, tetapi juga memunculkan percakapan hangat dan beragam di kalangan warganet tanah air.
Media ini coba menelusuri berbagai platform media sosial dan searching google terkait siapa perempuan yang berbicara dalam video viral tersebut. Namun hingga berita ini dipublis, identitas perempuan itu belum terverifikasi secara independen.
***



