RestoriaSosok

Profil Juda Agung, Wakil Menteri Keuangan RI

SOSOK, ESTORIA – Juda Agung resmi menjabat Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Kabinet Merah Putih sejak 5 Februari 2026. Pelantikannya oleh Presiden Prabowo Subianto pada tanggal tersebut menandai pengangkatan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 3/M Tahun 2026.

Sebelum itu, Juda Agung pernah menjabat Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) sejak Januari 2022, dan pada September 2025 diangkat sebagai Anggota Dewan Komisioner OJK (Ex-officio dari BI).

Dengan rekam jejak panjang di bidang kebijakan moneter dan fiskal, ia diharapkan dapat memperkuat sinergi antara kebijakan keuangan dan moneter nasional.

Latar Belakang Keluarga dan Agama

Juda Agung lahir di Pontianak, Kalimantan Barat, pada 6 Agustus 1964. Informasi mengenai keluarga (misalnya nama istri atau anak-anak) tidak tersedia dalam sumber publik. Beberapa profil media menyebutkan bahwa ia beragama Islam, meski belum ada konfirmasi resmi dari lembaga publik mengenai hal tersebut.

Pendidikan

Setelah menamatkan sekolah menengah atas, Juda Agung melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi. Ia meraih Sarjana Teknologi Industri Pertanian (Insitut Pertanian Bogor) pada 1987.

Selanjutnya, ia melanjutkan pendidikan di University of Birmingham (Inggris) dan memperoleh gelar Magister Keuangan dan Perbankan pada tahun 1995, diikuti gelar PhD Ekonomi pada tahun 1999. Selama studi S2 dan S3 di Inggris, ia memfokuskan riset pada ekonomi makro dan kebijakan keuangan.

Karier Profesional

Karier profesional Juda Agung sebagian besar berpusat di Bank Indonesia dan lembaga keuangan internasional. Berikut garis besar perjalanan kariernya:

1992–1999: Staf Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, ditempatkan di Kantor Perwakilan BI London.

1999–2002: Peneliti Ekonomi Junior pada Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI.

2002–2003: Peneliti Ekonomi di Direktorat Riset BI.

2006–2008: Kepala Bagian Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI; selama masa ini ia juga menjalani penugasan di Dana Moneter Internasional (IMF).

2012–2013: Penasihat (Advisor) BI untuk kebijakan moneter nasional.

2014: Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi & Moneter BI.

2017–2019: Direktur Eksekutif Dana Moneter Internasional (IMF) di Washington DC.

2020–2022: Asisten Gubernur BI Bidang Stabilitas Sistem Keuangan dan Kebijakan Makroprudensial.

Januari 2022: Dilantik sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia.

September 2025: Diangkat sebagai Anggota Dewan Komisioner OJK (ex-officio dari BI).

Februari 2026: Dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan RI.

Selama kariernya di BI, Juda Agung juga pernah menjabat sebagai Kepala Kantor Perwakilan BI Jawa Barat dan menempati berbagai posisi analis senior maupun kepala unit riset.

Prinsip Hidup dan Nilai Publik

Profil Juda Agung, Wamenkeu RI Gantikan Posisi Wamenkeu sebelumnya, Thomas Djiwandono
Sumpah Janji Wamenkeu Juda Agung di Hadapan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran (Sumber: Sekretariat Presiden/doc.estoria)

Beberapa pernyataan publik Juda Agung menggambarkan prinsip dan nilai yang dipegangnya. Dalam wawancara setelah pelantikan, ia menekankan pentingnya koordinasi kebijakan fiskal dan moneter dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

Ia menegaskan bahwa intervensi nilai tukar rupiah adalah sepenuhnya berada dalam kewenangan Bank Indonesia, namun keberadaan seorang Wakil Menkeu diharapkan memperkuat sinergi antar kebijakan pemerintah.

Juda juga mendukung penguatan integritas dan tata kelola keuangan negara, serta kolaborasi antarlembaga untuk meningkatkan efektivitas kebijakan ekonomi.

Selain itu, dalam sebuah forum pendidikan alumni IPB, ia pernah menyatakan bahwa lulusan IPB sepatutnya berpegang pada “philosophy of being” – yaitu filosofi hidup untuk berkontribusi dan menjadi berguna bagi masyarakat, bukan sekadar “having” (memiliki).

Berpegang pada hadis Nabi Muhammad, Juda Agung menegaskan bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi sekitarnya.

Riwayat Karier Kronologis

Sebagai ringkasan kronologis, berikut posisi penting yang pernah diemban Juda Agung:

1992–1999: Staf BI (London)

1999–2003: Peneliti BI (Riset Ekonomi dan Moneter)

2006–2008: Kepala Bagian Riset BI (Moneter) dan penugasan IMF

2012–2014: Advisor dan Kepala Departemen BI (Kebijakan Moneter/Ekonomi)

2017–2019: Direktur Eksekutif IMF (Washington DC)

2020–2022: Asisten Gubernur BI (Stabilitas Sistem Keuangan)

2022–2026: Deputi Gubernur Bank Indonesia

Sept 2025: Anggota Dewan Komisioner OJK (Ex-officio BI)

Feb 2026–sekarang: Wakil Menteri Keuangan RI

Juda Agung dikenal sebagai teknokrat yang berpengalaman di bidang ekonomi dan kebijakan moneter, serta dipercaya oleh pemerintah untuk membantu merumuskan dan mengoordinasikan kebijakan fiskal–moneter nasional.


Sumber: Informasi di atas disusun berdasarkan siaran pers dan profil resmi lembaga seperti Bank Indonesia, OJK, Sekretariat Presiden, serta pemberitaan media nasional terverifikasi.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button