Politik Tak Bisa Kita Hindari, Bahkan di Rumah Sendiri

Senin, 23 Februari 2026 - 10:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ILUSTRASI politik tak bisa dihindari. Potret diskusi keluarga/rapat bersama (Sumber: Unsplash/Redd Francisco)

i

ILUSTRASI politik tak bisa dihindari. Potret diskusi keluarga/rapat bersama (Sumber: Unsplash/Redd Francisco)

ESTORIA “Saya tidak mau bicara politik.” Kalimat ini sering terdengar di ruang-ruang obrolan, baik di warung kopi maupun grup keluarga. Politik dianggap kotor, rumit, dan hanya milik elite kekuasaan.

Namun benarkah politik bisa kita hindari?

Jika politik dipahami sebagai proses pengambilan keputusan bersama, maka jawabannya sederhana: tidak bisa. Politik justru paling awal kita temui di rumah sendiri.

Politik Dimulai dari Keluarga

Dalam keluarga, selalu ada proses menentukan arah bersama. Siapa yang mengatur keuangan? Di mana anak akan bersekolah? Bagaimana pembagian tugas rumah tangga? Ketika terjadi perbedaan pendapat, bagaimana keputusan diambil?

Di situlah praktik politik mikro berlangsung.

Ada diskusi, ada perdebatan, ada kompromi. Kadang keputusan diambil melalui musyawarah, kadang melalui otoritas orang tua. Semua itu adalah bentuk pengelolaan kepentingan bersama, inti dari politik itu sendiri.

Dari RT hingga Tempat Kerja

Praktik serupa juga terjadi di tingkat lingkungan. Warga RT bermusyawarah menentukan jadwal ronda. Sekolah menetapkan aturan tata tertib. Tempat kerja menentukan kebijakan jam operasional atau sistem evaluasi kinerja.

Setiap keputusan yang memengaruhi banyak orang adalah proses politik.

Politik bukan semata soal partai, pemilu, atau kursi jabatan. Ia adalah mekanisme bagaimana manusia hidup bersama dan mengatur kepentingan yang berbeda-beda.

Menghindari Politik berarti Menyerahkan Keputusan

Stigma bahwa politik itu kotor memang muncul dari praktik kekuasaan yang menyimpang. Namun jika kita menjauh sepenuhnya, keputusan tetap akan dibuat.

Ketika kita memilih tidak ikut rapat warga, hasil rapat tetap berlaku. Ketika kita enggan memahami kebijakan publik, dampaknya tetap kita rasakan. Bahkan ketika kita memilih diam dalam keluarga, keputusan tetap berjalan tanpa suara kita.

Menghindari politik tidak membuat kita netral. Sering kali itu berarti menyerahkan hak menentukan arah pada orang lain.

Politik Itu Dekat

Memahami politik tidak berarti harus menjadi politisi. Cukup dengan menyadari bahwa setiap proses pengambilan keputusan bersama, sekecil apa pun itu, adalah bagian dari politik.

Pertanyaannya, apakah kita ingin terlibat secara sadar, atau terus merasa bahwa politik adalah urusan orang lain?


NB: Bagian Pertama dari Seri Politik Dasar, “Politik Dimulai dari Diri Sendiri”.

Follow WhatsApp Channel estoria.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Viral Video Satir, Diduga Perempuan Iran “Minta Maaf” kepada Pemimpin AS
Epstein File Hanya ‘Simpul Kecil’, Dharma Pongrekun Beberkan Konspirasi yang Lebih Besar
Senator AS Elissa Slotkin Klaim Diancam Donald Trump Usai Rilis Video Politik
Sejumlah Fakta Tentang Pentagon, Anthropic, dan OpenAI Terkait Invasi AS-Israel ke Iran
Politik Tak Bisa Dihindari, Bahkan Saat Kita Memilih Diam
Politik Tak Bisa Kita Hindari, Bahkan di Lingkungan Terdekat
Demokrasi Lahir dari Apa?
Hak Politik Itu Apa dan Bagaimana?
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 26 Maret 2026 - 12:10 WIB

Viral Video Satir, Diduga Perempuan Iran “Minta Maaf” kepada Pemimpin AS

Kamis, 26 Maret 2026 - 08:46 WIB

Epstein File Hanya ‘Simpul Kecil’, Dharma Pongrekun Beberkan Konspirasi yang Lebih Besar

Senin, 16 Maret 2026 - 23:20 WIB

Senator AS Elissa Slotkin Klaim Diancam Donald Trump Usai Rilis Video Politik

Rabu, 4 Maret 2026 - 14:55 WIB

Sejumlah Fakta Tentang Pentagon, Anthropic, dan OpenAI Terkait Invasi AS-Israel ke Iran

Senin, 23 Februari 2026 - 15:00 WIB

Politik Tak Bisa Dihindari, Bahkan Saat Kita Memilih Diam

Berita Terbaru