Politik Tak Bisa Dihindari, Bahkan Saat Kita Memilih Diam

Senin, 23 Februari 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ILUSTRASI: Seseorang duduk terdiam dalam forum diskusi atau rapat (Sumber: Unsplash/Jaime Maldonado)

i

ILUSTRASI: Seseorang duduk terdiam dalam forum diskusi atau rapat (Sumber: Unsplash/Jaime Maldonado)

ESTORIA Banyak orang merasa sudah aman dari politik ketika memilih netral, tidak ikut berdebat, tidak berkomentar, atau tidak terlibat dalam urusan publik. Diam dianggap sebagai jalan tengah.

Namun benarkah diam membuat kita berada di luar politik?

Keputusan Tetap Dibuat

Dalam keluarga, ketika ada perbedaan pendapat tentang keuangan atau pendidikan anak dan seseorang memilih tidak berbicara, keputusan tetap akan diambil.

Di lingkungan kerja, ketika karyawan tidak memberi masukan terhadap kebijakan baru, aturan tetap berlaku.

Di tingkat masyarakat, ketika warga tidak hadir dalam rapat atau tidak menggunakan hak pilih, pemimpin tetap terpilih dan kebijakan tetap dijalankan.

Keputusan tidak pernah berhenti hanya karena kita memilih diam.

Diam Juga Sebuah Sikap

Politik pada dasarnya adalah proses pengambilan keputusan yang memengaruhi banyak orang. Dalam proses itu, setiap suara memiliki arti, termasuk keputusan untuk tidak bersuara.

Memilih diam berarti memberikan ruang lebih besar bagi mereka yang aktif dan bersuara. Itu bukan netralitas mutlak, melainkan bentuk sikap yang juga memiliki konsekuensi.

Dalam demokrasi, partisipasi bukan hanya hak, tetapi juga cara menjaga keseimbangan kekuasaan.

Politik Itu Melekat dalam Kehidupan

Stigma bahwa politik itu kotor sering membuat orang menjauh. Padahal, politik dalam makna dasarnya adalah cara manusia mengelola kepentingan bersama.

Selama kita hidup berdampingan dengan orang lain, di rumah, sekolah, kantor, atau masyarakat, kita tidak pernah benar-benar berada di luar politik. Setiap pilihan, termasuk memilih tidak terlibat, tetap membawa dampak.

Pertanyaannya, jika keputusan akan tetap dibuat, apakah kita ingin terus berada di pinggir atau mulai mengambil bagian secara sadar?


NB: Bagian Ketiga dari seri Politik Dasar, “Politik Dimulai dari Diri Sendiri”.

Follow WhatsApp Channel estoria.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Viral Video Satir, Diduga Perempuan Iran “Minta Maaf” kepada Pemimpin AS
Epstein File Hanya ‘Simpul Kecil’, Dharma Pongrekun Beberkan Konspirasi yang Lebih Besar
Senator AS Elissa Slotkin Klaim Diancam Donald Trump Usai Rilis Video Politik
Sejumlah Fakta Tentang Pentagon, Anthropic, dan OpenAI Terkait Invasi AS-Israel ke Iran
Politik Tak Bisa Kita Hindari, Bahkan di Lingkungan Terdekat
Politik Tak Bisa Kita Hindari, Bahkan di Rumah Sendiri
Demokrasi Lahir dari Apa?
Hak Politik Itu Apa dan Bagaimana?
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 26 Maret 2026 - 12:10 WIB

Viral Video Satir, Diduga Perempuan Iran “Minta Maaf” kepada Pemimpin AS

Kamis, 26 Maret 2026 - 08:46 WIB

Epstein File Hanya ‘Simpul Kecil’, Dharma Pongrekun Beberkan Konspirasi yang Lebih Besar

Senin, 16 Maret 2026 - 23:20 WIB

Senator AS Elissa Slotkin Klaim Diancam Donald Trump Usai Rilis Video Politik

Rabu, 4 Maret 2026 - 14:55 WIB

Sejumlah Fakta Tentang Pentagon, Anthropic, dan OpenAI Terkait Invasi AS-Israel ke Iran

Senin, 23 Februari 2026 - 15:00 WIB

Politik Tak Bisa Dihindari, Bahkan Saat Kita Memilih Diam

Berita Terbaru