Politik bukan semata soal partai, pemilu, atau kursi jabatan. Ia adalah mekanisme bagaimana manusia hidup bersama dan mengatur kepentingan yang berbeda-beda.

Menghindari Politik berarti Menyerahkan Keputusan

Stigma bahwa politik itu kotor memang muncul dari praktik kekuasaan yang menyimpang. Namun jika kita menjauh sepenuhnya, keputusan tetap akan dibuat.

Ketika kita memilih tidak ikut rapat warga, hasil rapat tetap berlaku. Ketika kita enggan memahami kebijakan publik, dampaknya tetap kita rasakan. Bahkan ketika kita memilih diam dalam keluarga, keputusan tetap berjalan tanpa suara kita.

Menghindari politik tidak membuat kita netral. Sering kali itu berarti menyerahkan hak menentukan arah pada orang lain.

Politik Itu Dekat

Memahami politik tidak berarti harus menjadi politisi. Cukup dengan menyadari bahwa setiap proses pengambilan keputusan bersama, sekecil apa pun itu, adalah bagian dari politik.

Pertanyaannya, apakah kita ingin terlibat secara sadar, atau terus merasa bahwa politik adalah urusan orang lain?


NB: Bagian Pertama dari Seri Politik Dasar, “Politik Dimulai dari Diri Sendiri”.