estoria.id - Gelombang protes terhadap Timnas Argentina mencuat di berbagai negara usai berakhirnya Piala Dunia 2026. Lebih dari 23 juta orang dari 170 negara dilaporkan menandatangani petisi daring yang mendesak FIFA melarang La Albiceleste tampil pada edisi Piala Dunia berikutnya.
Petisi bertajuk "Argentina Out" itu menjadi viral dan berhasil mengumpulkan puluhan juta tanda tangan dalam waktu kurang dari sepekan. Berdasarkan laporan New Straits Times, Sabtu (25/07/2026), gerakan tersebut dipicu oleh kekecewaan banyak penggemar terhadap rangkaian kontroversi yang melibatkan Argentina sepanjang fase akhir turnamen.
Para pendukung petisi menilai kepemimpinan wasit selama pertandingan dinilai terlalu menguntungkan tim yang dikapteni Lionel Messi. Dugaan tersebut memicu tudingan bahwa jalannya kompetisi tidak berlangsung secara adil.
Ketegangan semakin memuncak setelah Argentina terlibat bentrokan keras saat menghadapi Inggris di babak semifinal dan kembali terulang pada laga final melawan Spanyol. Rentetan insiden itu membuat skuad besutan Lionel Scaloni menjadi sasaran kritik tajam, terutama dari publik di Amerika Utara.
Dalam deskripsi petisi, penggagas gerakan tersebut bahkan menyampaikan apresiasi kepada Timnas Spanyol yang dianggap mampu memenuhi harapan banyak pecinta sepak bola dunia. Mereka juga melontarkan kritik kepada FIFA karena dinilai mengabaikan berbagai keluhan mengenai jalannya kompetisi.
"Mengapa tim lain harus bermain jika pemenangnya terasa sudah ditentukan?" demikian bunyi pernyataan yang tercantum dalam petisi tersebut.
Melalui petisi itu, para penggagas juga secara terbuka meminta Argentina dikucilkan dari ajang Piala Dunia agar seluruh negara memiliki kesempatan bertanding dalam kompetisi yang dinilai lebih adil.
Kericuhan terbesar terjadi sesaat setelah final usai. Saat para pemain Spanyol merayakan kemenangan, suasana mendadak berubah ricuh akibat bentrokan antarpemain di lapangan.
Insiden bermula ketika gelandang Argentina Leandro Paredes mendorong Gavi hingga terjatuh. Aksi tersebut membuat Paredes diganjar kartu merah setelah pertandingan berakhir dan memicu baku dorong antara kedua tim.
Ketegangan tidak hanya melibatkan para pemain. Asisten pelatih Argentina Roberto Ayala juga disebut ikut terlibat dalam keributan dengan dua pemain Spanyol, Eric Garcia dan Dani Olmo, sehingga suasana pascalaga semakin memanas.
Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari FIFA maupun Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) terkait petisi yang telah mengumpulkan lebih dari 23 juta tanda tangan tersebut.