estoria.id - Kegagalan Timnas Indonesia melangkah ke semifinal Piala AFF 2026 memicu kekecewaan mendalam dari para pendukung Garuda. Seusai laga kontra Singapura, suasana panas terjadi di Stadion Jalan Besar, Kallang, Jumat (07/08/2026), ketika sejumlah suporter meluapkan kemarahan mereka kepada pelatih John Herdman dan para pemain.

 

Momen tersebut menjadi sorotan setelah sebuah video yang diunggah akun X @2ndlinesquad viral di media sosial. Dalam rekaman itu, terlihat para pemain Indonesia bersama staf pelatih menghampiri tribune untuk menyapa suporter setelah pertandingan berakhir. Namun, alih-alih mendapat dukungan, mereka justru menerima kritik tajam akibat kegagalan lolos dari fase grup.

 

Indonesia dipastikan tersingkir setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Singapura pada laga terakhir Grup A. Hasil itu membuat skuad Garuda finis di peringkat ketiga klasemen dengan tujuh poin, di bawah Vietnam yang mengoleksi 10 poin dan Singapura yang meraih delapan poin.

 

Dalam video tersebut, seorang suporter tampak melontarkan kritik keras secara langsung kepada Herdman.

 

"Kamu tidak berguna John. Kamu tidak berguna," ujar suporter tersebut.

 

Tak lama kemudian, sejumlah pemain mendekati area tribune. Thom Haye menjadi salah satu pemain yang terlihat terlibat percakapan cukup intens dengan suporter. Dalam video itu, keduanya tampak beradu argumen, meski isi pembicaraan mereka tidak terdengar jelas.

 

Kekecewaan suporter tidak berhenti di situ. Mereka mempertanyakan performa tim yang dinilai gagal memaksimalkan peluang meski tampil dominan sepanjang pertandingan.

 

"Jangan nyalahin wasit! Saya tahu, kami tahu di situ penalti, kami pun tahu! Tapi, kenapa bisa cetak satu gol aja? Ha? Dan satu lagi! Siapa yang bertanggung jawab atas tidak lolosnya kita ke babak selanjutnya di piala ini?" kata suporter tersebut.

 

Suporter juga menyoroti sikap para pemain yang dianggap terlalu larut dalam emosi selama pertandingan berlangsung.

 

"Kenapa sepanjang pertandingan selalu marah-marah, kenapa? Sibuk dengan marah-marah sendiri. Kalian kalah dengan mental kalian sendiri. Marah sepanjang pertandingan," lanjutnya.

 

Sebelumnya, Indonesia sebenarnya tampil cukup menjanjikan pada fase grup. Garuda membuka turnamen dengan kemenangan telak 5-1 atas Kamboja dan 3-0 atas Timor-Leste. Namun, kekalahan 0-3 dari Vietnam membuat posisi Indonesia terjepit sehingga harus meraih kemenangan atas Singapura pada laga terakhir.

 

Saat menghadapi Singapura, Indonesia sempat unggul lebih dulu melalui gol Ragnar Oratmangoen pada menit ke-47. Namun, keunggulan itu gagal dipertahankan setelah Ilhan Fandi mencetak gol penyeimbang pada menit ke-66.

 

Skor 1-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Hasil tersebut sekaligus mengubur mimpi Indonesia untuk melanjutkan perjuangan di Piala AFF 2026 dan memicu gelombang kekecewaan dari para pendukung yang hadir langsung di stadion.