Jumlah tersebut menunjukkan besarnya dampak yang dirasakan warga sekolah. Dari total 1.174 siswa, sekitar 61 persen terdampak keluhan kesehatan sehingga kegiatan belajar mengajar tidak memungkinkan untuk dilanjutkan seperti biasa.
Toilet Tak Mampu Menampung
Kondisi semakin kacau ketika para siswa mengalami diare secara bersamaan.
Toilet sekolah dipenuhi siswa yang harus bergantian menggunakan fasilitas sanitasi. Antrean bahkan membludak hingga toilet sekolah dinyatakan overload.
Melihat kondisi tersebut, kepala sekolah mempersilakan siswa menggunakan kamar mandi pribadinya.
“Karena toilet sekolah sampai overload, saya persilakan anak-anak masuk ke kamar mandi saya. Karena kondisinya sudah seperti itu, anak-anak langsung kita pulangkan,” katanya.