Namun, Skuad Garuda mampu merespons dengan pertahanan yang rapat dan disiplin. Malaysia kesulitan menemukan ruang untuk menciptakan peluang bersih.

 

Hingga babak pertama berakhir, kedua tim masih bermain tanpa gol.

 

Memasuki babak kedua, tekanan Malaysia belum berhenti. Dengan keunggulan jumlah pemain, mereka terus berusaha membongkar pertahanan Indonesia.

 

Indonesia memilih bermain lebih pragmatis. Selain menjaga organisasi pertahanan, Skuad Garuda sesekali mengandalkan serangan balik untuk mengancam pertahanan Malaysia.

 

Disiplin para pemain belakang Indonesia menjadi kunci. Meski terus mendapat tekanan, gawang Garuda tetap tidak kebobolan.