estoria.id – Polemik pengelolaan dana kas Paguyuban Perumahan Grand Symphony, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kian menyisakan banyak tanda tanya. Sejumlah transaksi bernilai puluhan juta rupiah, perbedaan pencatatan saldo, hingga dugaan ketidaksesuaian laporan keuangan belum mendapatkan penjelasan yang terang dari pihak pengurus.
Di tengah desakan transparansi dari warga, pihak penanggung jawab perumahan justru menegaskan tidak terlibat dalam pengelolaan dana tersebut. Sementara Ketua Paguyuban Grand Symphony, Shobiis Asror, belum memberikan respons atas upaya konfirmasi yang dilakukan redaksi.
Developer Perumahan Grand Symphony, Entry Lesmana, menyebut pengelolaan dana kas sepenuhnya merupakan tanggung jawab warga melalui paguyuban.
"Gak tahu, Mas. Itu kan tanggung jawab warga. Infonya nanti malam soal pertemuan bersama," ujar Entry saat dikonfirmasi, Minggu (08/11/2026).
Ia mengaku tidak mengetahui secara terperinci persoalan yang berkembang karena pengelolaan keuangan dilakukan sendiri oleh warga.