Bayu menjelaskan, Surabaya dipilih sebagai lokasi pemutaran perdana karena memiliki peran penting dalam perjalanan lahirnya film tersebut.

 

"Tak hanya sebagai lokasi open casting, tapi kami juga mengajak seluruh talenta kreatif dan warga di Surabaya dan Jawa Timur menjadi bagian dari film ini. Untuk itu, special screening pertama film Foufo kami hadirkan di Surabaya," katanya.

 

Sementara itu, pemeran utama Aditya Muslim atau yang lebih dikenal sebagai Tretan Muslim mengaku menghadapi tantangan tersendiri selama proses syuting. Ia harus memainkan dialog menggunakan tiga bahasa sekaligus, yakni bahasa Madura, bahasa Indonesia, dan bahasa Jawa dialek Surabaya.

 

Ia juga mengapresiasi langkah Bayu Skak yang berani memberikan ruang bagi banyak talenta baru untuk tampil di layar lebar.

 

"Orang Surabaya, Jawa Timur, dan Madura patut berbangga karena semua yang terlibat memberikan penampilan terbaik mereka," ujar Tretan Muslim.