estoria.id - Trauma akibat dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, rupanya tidak berhenti setelah para siswa mendapatkan perawatan medis.
Bagi sebagian korban, pengalaman tersebut meninggalkan ketakutan mendalam. Bahkan, makanan yang disajikan dalam wadah ompreng atau nampan kini menjadi sesuatu yang membuat mereka enggan makan.
Hal itu terungkap saat Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengunjungi Rumah Sakit (RS) Efarina Etaham untuk melihat langsung kondisi para siswa yang masih menjalani perawatan.
Dari lebih dari 200 siswa di wilayah Berastagi dan Kabanjahe yang terdampak dugaan keracunan, sebanyak 64 anak disebut masih menjalani perawatan intensif hingga Minggu siang.
Di tengah kunjungan tersebut, salah seorang siswa mengungkapkan ketakutannya untuk kembali mengonsumsi makanan dari program MBG.
“Nggak mau lagi aku makan MBG, Pak!” ujar siswa tersebut kepada Sudaryono, dikutip dari akun instagram @berita+61 pada Senin (17/08/2026).