estoria.id - Masalah keuangan yang tengah dihadapi Ruben Onsu ternyata disebut jauh lebih besar dari sekadar persoalan utang. Kuasa hukumnya, Minola Sebayang, mengungkap Ruben mengalami kerugian hampir Rp100 miliar akibat dugaan penipuan yang dilakukan mantan karyawan kepercayaannya.
Kerugian fantastis tersebut disebut menjadi salah satu penyebab terganggunya arus kas Ruben. Kondisi itu kemudian berdampak pada kemampuannya memenuhi sejumlah kewajiban finansial yang kini ikut terseret dalam perkara hukum.
Menurut Minola, persoalan bermula ketika seorang karyawan yang sebelumnya dipercaya mengelola sejumlah aset Ruben diduga melakukan kecurangan. Karyawan tersebut disebut menggelapkan dan menjual aset milik Ruben tanpa sepengetahuan sang artis.
Tak hanya itu, mantan karyawan tersebut juga diduga menggunakan kartu kredit Ruben tanpa izin sebelum akhirnya pergi dan meninggalkan berbagai kewajiban yang harus ditanggung Ruben.
"Yang membuat dia harus ada lubang besar itu, pertama adalah tentu masalah adanya tindakan karyawan kepercayaannya yang menikam dia dari belakang," kata Minola kepada wartawan, dikutip Sabtu (22/8/2026).
Minola memastikan perkara dugaan kecurangan tersebut telah masuk proses hukum. Mantan karyawan yang diduga terlibat disebut telah ditangkap dan ditahan.
Namun, proses hukum tidak serta-merta membuat kerugian Ruben kembali. Dengan nilai kerugian yang mendekati Rp100 miliar, pemulihan aset membutuhkan waktu, sementara berbagai kewajiban Ruben tetap harus berjalan.
"Ketika ruginya, lubang besarnya itu Rp100 miliar, kan itu kan juga bukan waktu yang mudah untuk me-recovery-nya," ujar Minola.
Persoalan Ruben ternyata tidak berhenti pada dugaan penipuan mantan karyawan. Minola juga mengungkap adanya sejumlah aset yang saat ini belum bisa digunakan Ruben secara leluasa.
Kondisi tersebut disebut berkaitan dengan persoalan lain, termasuk proses perceraian yang sedang berlangsung. Sejumlah dokumen aset Ruben dikabarkan masih berada di pihak lain sehingga ruang geraknya dalam mengelola aset dan mengatur arus kas menjadi terbatas.
"Dia punya aset, tapi kemudian aset itu juga saat ini tidak bisa dilakukan, digunakan dengan leluasa karena hal-hal lain," jelas Minola.
Situasi tersebut membuat berbagai persoalan finansial Ruben seolah datang bersamaan. Di satu sisi, ia harus menanggung dampak kerugian besar akibat dugaan penipuan. Di sisi lain, kewajiban finansial tetap harus dibayarkan sementara tidak semua aset dapat segera dimanfaatkan.
Minola menggambarkan kondisi yang dialami Ruben sebagai situasi berat karena berbagai persoalan datang secara bertubi-tubi.
"Bagi Ruben sendiri sangat berat. Jadi kalau dia tadi ngomong sama Abang tuh dengan sedih, 'Inilah yang namanya sudah jatuh ketimpa tangga'," tuturnya.
Meski menghadapi tekanan finansial cukup besar, Ruben disebut tetap berusaha menyelesaikan kewajibannya. Ia bahkan berharap persoalan yang sedang dihadapinya dapat segera menemukan jalan keluar.
Menurut Minola, Ruben menargetkan penyelesaian dalam waktu dekat, bahkan berharap persoalan tersebut bisa beres dalam pekan ini apabila memungkinkan.
"Ya saya harapkan dalam minggu ini, bahkan mungkin kalau bisa lebih cepat," kata Minola menirukan ucapan Ruben.
Minola pun berharap seluruh persoalan yang membelit Ruben dapat segera diselesaikan sehingga kondisi keuangan dan kewajibannya bisa kembali tertata.