estoria.id - Rencana aksi Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa (18/08/2026), disebut sempat menghadapi berbagai kendala. Salah satunya berkaitan dengan transportasi massa aksi.
Koordinator Bidang Sosial Politik BEM UI 2026, Muhammad Hafidz Haernanda, mengungkapkan pihaknya menduga ada intimidasi terhadap sejumlah pengemudi Kopaja yang sebelumnya telah dipesan untuk mengangkut mahasiswa menuju lokasi aksi.
Menurut Hafidz, BEM UI telah memesan 24 unit Kopaja. Namun, seluruh armada tersebut mendadak tidak dapat digunakan.
Ia menyebut para pengemudi mendapat tekanan hingga ancaman kehilangan pekerjaan apabila tetap mengangkut massa BEM UI.
“Kami memesan total 24 Kopaja, tetapi semuanya tidak bisa. Driver-driver tersebut diintimidasi dengan ancaman pemecatan jika nekat menjemput kami, sehingga mereka disuruh membuat 1.001 alasan,” ujar Hafidz di sela-sela aksi.