Prabowo menyebut ratusan BUMN telah ditutup dalam masa pemerintahannya.
“Dalam kurang dua tahun pemerintah yang saya pimpin, kita telah menutup 200 BUMN yang tidak menguntungkan, yang tidak punya kinerja baik, yang rugi kita tutup 290 BUMN,” ujar Prabowo.
Ia mengklaim langkah restrukturisasi tersebut telah menghasilkan penghematan sekitar Rp50 triliun.
Namun, penataan BUMN belum berhenti. Prabowo mengatakan pemerintah berencana kembali melakukan penutupan atau penggabungan terhadap sedikitnya 700 BUMN hingga akhir 2026.
Jika seluruh proses restrukturisasi berjalan sesuai rencana, jumlah BUMN diperkirakan hanya tersisa sekitar 200 hingga 250 perusahaan.