“Pihak rumah sakit BHC Sumenep ini bersifat tertutup, baik kepada publik maupun media. Padahal, dia menjalankan fungsi pelayanan kesehatan. Harusnya lebih terbuka, welcome kepada teman-teman media pers, sehingga tidak perlu muncul prasangka atau kecurigaan yang tidak baik,” kata Zamrud melalui sambungan telepon, Sabtu, 17 Oktober 2026.
Minimnya penjelasan yang diterima keluarga dan belum adanya keterangan medis yang menyeluruh dari manajemen membuat kasus ini terus menyisakan tanda tanya. Meski demikian, dugaan bahwa rumah sakit sengaja menutupi fakta kematian pasien belum terbukti. Yang dapat dipastikan dari keterangan yang tersedia adalah bahwa keluarga masih mempertanyakan penanganan medis, sementara manajemen sebelumnya menyatakan investigasi internal masih berlangsung.
Hingga berita ini diterbitkan, redaksi estoria.id belum memperoleh penjelasan medis yang menyeluruh mengenai kematian Dani. Redaksi juga telah berulang kali menghubungi Sandra Rahestri melalui WhatsApp untuk meminta konfirmasi dan perkembangan investigasi, tetapi belum mendapatkan jawaban lebih lanjut.
Redaksi tetap membuka ruang bagi RS BHC Sumenep untuk memberikan klarifikasi mengenai kronologi penanganan Dani, hasil investigasi internal, serta tanggapan atas pertanyaan keluarga.