SAMPANG, ESTORIA – Aksi unjuk rasa yang menuntut percepatan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di depan Gedung DPRD Kabupaten Sampang, Madura, berakhir ricuh, Selasa (28/10) sore.
Massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Bersatu memaksa masuk ke halaman kantor dewan untuk mendesak pemerintah segera menetapkan jadwal pelaksanaan Pilkades yang dinilai tertunda tanpa kejelasan.
Ketegangan mulai memuncak saat massa menerobos barisan aparat kepolisian yang berjaga di sisi utara Alun-Alun Trunojoyo.
Bentrokan tak terhindarkan ketika sejumlah peserta aksi melempar botol air mineral, tempat sampah, dan berbagai benda lainnya ke arah petugas.
Untuk mengendalikan situasi, polisi menembakkan gas air mata ke arah kerumunan. Sedikitnya delapan kali tembakan gas air mata dilepaskan untuk membubarkan massa yang semakin tak terkendali.
Akibatnya, sejumlah pengunjuk rasa mengalami sesak napas dan iritasi mata. Seorang lansia yang berada di lokasi bahkan dilaporkan pingsan karena paparan gas.
"Tadi ada orang tua roboh. Mungkin akibat keracunan gas air mata itu. Tapi langsung dilarikan oleh massa," ujar Ibnu, warga di sekitar lokasi demonstrasi.
Koordinator lapangan aksi, Mausul, menyayangkan langkah aparat yang melarang massa mendekat ke halaman Gedung DPRD.
Ia menegaskan bahwa aksi mereka murni sebagai bentuk penyampaian aspirasi masyarakat.
"Kami hanya ingin menyampaikan aspirasi di depan Gedung DPRD," katanya lantang saat orasi.