Mausul juga mengungkapkan bahwa sedikitnya enam orang pendemo harus dilarikan ke RSUD Sampang akibat sesak napas dan luka akibat benturan.

"Ada enam orang massa pendemo yang dilarikan ke RSUD," tegas Mausul.

Pihak RSUD Sampang membenarkan adanya pasien yang masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada sore hari. Namun, pihak rumah sakit masih menunggu laporan resmi terkait penyebab pasti mereka dirawat.

"Tapi tadi ada pasien yang dimasukkan ke IGD sekitar jam 15.30 WIB. Untuk penyebabnya kami masih belum mendapat laporan dari petugas," ungkap Humas RSUD Sampang, Amin Jakfar Sodig.

Berdasarkan pantauan di lokasi, massa mulai berdatangan sejak pukul 14.00 WIB dengan berjalan kaki sambil membawa spanduk dan poster bertuliskan tuntutan agar Pilkades segera digelar.

Setiba di depan gedung DPRD, massa mencoba masuk namun dihalangi petugas yang berjaga di pintu gerbang.

"Kami minta aparat kepolisian tidak menjadi penghalang kami untuk menyampaikan aspirasi di depan Gedung DPRD bukan di jalan Raya," kata Mausul.

Situasi semakin memanas saat massa tetap dipaksa mundur. Aksi saling dorong dan lempar benda tak terhindarkan hingga memicu baku pukul.

Polisi yang terdesak akhirnya melepaskan delapan kali tembakan gas air mata secara bertahap untuk memukul mundur massa.

Meski sempat terpukul mundur, para demonstran tidak langsung membubarkan diri. Koordinator aksi terus berorasi menyemangati peserta yang masih bertahan di sekitar lokasi.