SUMENEP, ESTORIA – Datangnya musim penghujan menjadi penanda dimulainya kembali masa tanam para petani. Namun, alih-alih fokus mempersiapkan lahan, para petani di tiga desa, Taman Sare, Jadung, dan Candi, harus berhadapan dengan persoalan layanan pupuk bersubsidi di Kios Pupuk Nusa Indah, Desa Candi.
Seorang petani yang identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa pelayanan buruk di kios tersebut telah berlangsung lama. Para petani, kata dia, sering harus menunggu sejak dini hari hanya untuk bisa mendapatkan pupuk yang seharusnya mudah diakses.
“Kadang kami sudah menunggu sejak subuh hanya untuk mengambil pupuk, Pak. Tapi jam delapan orangnya sudah tidak di tempat karena katanya pergi ke tokonya. Bahkan kami sering menghabiskan waktu seharian hanya untuk mendapatkan pupuk,” keluhnya kepada wartawan, Rabu (19/11).
Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan sekadar kejadian sesekali, melainkan pola pelayanan yang sudah berlangsung bertahun-tahun. Situasi ini membuat jadwal tanam para petani tidak efektif, karena mereka mesti menyesuaikan aktivitas dengan jam layanan kios yang dinilai tidak berpihak kepada kebutuhan petani.
“Kami ini petani, Pak. Banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Tapi waktu kami habis hanya untuk menunggu pupuk,” ujarnya.
Puncak keresahan terjadi ketika para petani dari tiga desa itu berkumpul di rumah salah satu kepala desa sekitar pukul 05.50 WIB untuk membahas persoalan yang sama. Sebagian bahkan mengusulkan agar pengelola kios diganti demi kepastian layanan yang lebih baik.
“Pagi tadi para petani berkumpul di rumah salah satu kepala desa untuk membahas masalah ini, atau kalau bisa ya diganti kiosnya, Pak,” ungkap salah satu petani.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Fraksi PKB DPRD Sumenep, Rasidi, mendesak Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) agar segera turun tangan menertibkan kios pupuk yang dinilai tidak memberikan pelayanan semestinya.
“Seharusnya DKPP tidak membiarkan kios yang mempersulit layanan penebusan pupuk. Kasihan para petani,” tegas Rasidi.
Ia menambahkan bahwa persoalan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena dapat menghambat produktivitas petani pada musim tanam kali ini.