Sorotan Global dan Dampak Ekonomi Politik

Isu reshuffle kabinet juga bersinggungan dengan perhatian pasar global. Kantor berita internasional Reuters melaporkan bahwa lembaga pemeringkat Moody’s menurunkan outlook kredit Indonesia menjadi negative, Rabu tanggal 5 Februari 2026.

Dalam laporannya, Reuters menyoroti kekhawatiran terhadap konsistensi kebijakan dan efektivitas tata kelola pemerintahan. “Moody’s cited concerns over policy predictability and governance effectiveness,” tulis Reuters dalam laporannya, Rabu (5/2/2026).

Meski demikian, hingga kini pemerintah Indonesia belum secara eksplisit mengaitkan penilaian lembaga pemeringkat tersebut dengan isu perombakan kabinet.

Sikap Partai Politik Koalisi

Dari kalangan partai politik pendukung pemerintah, respons yang muncul cenderung normatif dan berhati-hati. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengklaim tidak ada pembahasan khusus terkait reshuffle kabinet dengan Presiden Prabowo.

“Belum ada komunikasi atau pembicaraan soal reshuffle,” demikian pernyataan PKB sebagaimana dilaporkan Tempo English, Jumat (6/2/2026).

Pernyataan tersebut menguatkan pandangan bahwa perombakan kabinet sepenuhnya merupakan keputusan Presiden, tanpa negosiasi terbuka dengan partai koalisi.

Jejak Reshuffle Kabinet Sebelumnya

Sepanjang tahun 2025, Presiden Prabowo tercatat telah beberapa kali melakukan perombakan kabinet.