Salah satu reshuffle paling signifikan terjadi pada 8 September 2025, ketika Presiden mengganti sejumlah menteri strategis, termasuk Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Langkah tersebut dilanjutkan dengan reshuffle lanjutan pada 17 September 2025. Dalam rilis resmi Sekretariat Kabinet disebutkan bahwa pelantikan tersebut bertujuan memperkuat efektivitas pemerintahan.

“Presiden Prabowo Subianto melantik dua menteri dan tiga wakil menteri sebagai bagian dari perombakan Kabinet Merah Putih,” tulis Sekretariat Kabinet dalam keterangannya, Selasa (17/9/2025).

Kala itu, perombakan kabinet dipandang sebagai upaya konsolidasi pemerintahan di tengah tekanan publik dan dinamika politik nasional.

Konsolidasi dan Stabilitas

Sejumlah pengamat menilai isu reshuffle kabinet kali ini berada di persimpangan antara kebutuhan konsolidasi politik dan tuntutan stabilitas ekonomi.

Di satu sisi, Presiden dituntut memastikan efektivitas kerja kabinet. Di sisi lain, perombakan yang terlalu sering dinilai berpotensi memunculkan persepsi ketidakpastian di mata publik dan investor.

Hingga berita ini diturunkan, Istana Negara belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait jadwal maupun komposisi reshuffle kabinet. Namun, menguatnya sinyal politik dan laporan media menunjukkan bahwa perubahan di tubuh Kabinet Merah Putih tinggal menunggu momentum.

***