Kolase dokumentasi pembagian makanan program MBG Yayasan Alif Batuputih, Nasi Basi dan Buahnya Busuk (doc.estoria)[/caption]
Keluhan senada disampaikan Wawan (31), wali siswa asal Desa Batuputih Kenek. Ia menilai program MBG secara konsep merupakan kebijakan yang baik, namun pelaksanaannya perlu evaluasi serius agar tidak menimbulkan persoalan baru.
“Programnya sebenarnya mulia. Tapi kalau kualitas makanannya seperti ini, tentu harus ada perbaikan. Namanya makan bergizi gratis, ya harus benar-benar bergizi dan layak,” katanya.
Wawan mempertanyakan mekanisme pengawasan serta keterlibatan tenaga ahli gizi dalam penyusunan dan distribusi menu. Ia berharap ada pembenahan menyeluruh agar program prioritas pemerintah tersebut berjalan sesuai standar.
“Kalau sampai terjadi hal yang tidak diinginkan, siapa yang bertanggung jawab?” tegasnya.
Program MBG merupakan kebijakan nasional di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional (BGN) yang bertujuan meningkatkan asupan gizi peserta didik.
Sementara itu, upaya konfirmasi kepada pihak pengelola Yayasan Alif Batuputih telah dilakukan sejak sepekan terakhir. Hingga Sabtu (14/2/2026), belum ada tanggapan meski telah dihubungi melalui sambungan telepon maupun pesan WhatsApp.
Media ini tetap membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi pihak terkait demi menjaga prinsip keberimbangan informasi.
***