estoria.id – Intelektual Nahdlatul Ulama (NU), KH Ahmad Baso, melontarkan kritik tajam terhadap arah kepemimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam lima tahun terakhir. Ia menilai mandat utama yang diberikan kepada Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar untuk membina dan mengembangkan jam’iyah NU justru tidak berjalan sebagaimana mestinya.

 

Pernyataan itu disampaikan Ahmad Baso dalam Serial Diskusi Muktamar ke-35 NU bertajuk Muktamar NU untuk Semua yang digelar di Kafe Trisnoku, Jakarta Pusat, Jumat (07/08/2026).

 

Menurut Ahmad Baso, saat KH Miftachul Akhyar terpilih sebagai Rais Aam PBNU, terdapat amanah besar yang harus dijalankan, yakni memperkuat pembinaan serta pengembangan organisasi demi kemajuan kehidupan keagamaan dan sosial warga NU.

 

Namun, ia menilai realitas yang terjadi selama masa kepemimpinan tersebut justru berbanding terbalik dengan harapan yang diberikan para ulama dan warga nahdliyin.

 

Ahmad Baso menyebut berbagai program organisasi lebih banyak diarahkan untuk membangun relasi dan akses di tingkat elite. Bahkan, ia menyinggung keterlibatan PBNU dalam berbagai isu strategis, termasuk sektor pertambangan, yang dinilai membuat perhatian terhadap kebutuhan jamaah semakin berkurang.