Merasa panik, Bahri kemudian mendatangi ATM BCA di wilayah Sumenep untuk memastikan kondisi rekeningnya. Di lokasi itu, ia mengaku mendapati sejumlah nasabah lain yang mengalami persoalan serupa.

 

“Saya ke ATM BCA Sumenep malam itu, ternyata ada beberapa orang yang juga mengeluhkan hal yang sama,” tuturnya.

Menurut Bahri, petugas keamanan yang berjaga saat itu sempat menjelaskan bahwa layanan QRIS BCA memang sedang mengalami gangguan.

“Satpam bilang QRIS BCA sedang error,” ucapnya.

 

Keesokan harinya, Bahri mengaku sempat menerima dana masuk sekitar Rp89 ribu. Namun jumlah tersebut dinilai jauh dari nominal saldo yang sebelumnya terpotong.

 

“Di mutasi rekening memang ada uang masuk sekitar Rp89 ribu, tapi saldo tetap cuma Rp44 ribu,” katanya.

Bahri menyebut dirinya telah berupaya menghubungi layanan Halo BCA maupun customer service MyBCA. Namun hingga kini, persoalan saldo yang hilang disebut belum terselesaikan.