ESTORIA - Gelombang kritik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menggema di jantung Kota Surabaya. Massa yang tergabung dalam gerakan Rakyat Surabaya Menggugat kembali menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Senin (22/06/2026).
 

Aksi tersebut merupakan demonstrasi kedua yang digelar kelompok tersebut. Dalam aksinya, para peserta secara tegas menyuarakan tuntutan agar Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka mengundurkan diri dari jabatan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.
 

Dengan membawa berbagai atribut aksi dan poster tuntutan, massa menyampaikan kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat. Berbagai persoalan nasional menjadi sorotan dalam orasi yang disampaikan secara bergantian oleh para peserta aksi.
 

Tak hanya menyuarakan tuntutan pengunduran diri Presiden dan Wakil Presiden, demonstran juga mengangkat isu yang mereka sebut sebagai Nawa Nestapa Rezim. Istilah tersebut digunakan sebagai simbol kritik terhadap berbagai persoalan yang menurut mereka muncul selama masa pemerintahan saat ini.

 

Di tengah pengawalan aparat keamanan, aksi berlangsung di kawasan depan Gedung Grahadi yang merupakan rumah dinas Gubernur Jawa Timur. Massa menyampaikan aspirasi melalui orasi, pembacaan pernyataan sikap, serta seruan agar pemerintah pusat melakukan evaluasi terhadap berbagai kebijakan yang dianggap bermasalah.
 

Para peserta aksi menilai berbagai persoalan yang terjadi saat ini perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. Karena itu, mereka memilih kembali turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka sebagai bagian dari hak demokratis warga negara.
 

Aksi yang berlangsung di pusat Kota Surabaya tersebut menjadi bagian dari rangkaian gerakan yang dilakukan Rakyat Surabaya Menggugat untuk menyuarakan kritik dan tuntutan mereka terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.