Ia mengaku korban mengalami gangguan penglihatan serius dan membutuhkan operasi mata dengan biaya besar. Bahkan, kepada warga sekitar, Taufik menceritakan bahwa korban memiliki minus mata sangat tinggi dan tidak mendapat perhatian dari keluarganya.
Cerita tersebut ternyata berhasil meredam kecurigaan warga selama bertahun-tahun.
Namun di balik narasi yang dibangun pelaku, ada satu hal yang terus mengusik penghuni kos: suara benturan keras yang berulang kali terdengar dari dalam kamar.
Menurut Mulyati, suara itu sering muncul dari balik tembok kamar yang ditempati Taufik dan korban. Meski demikian, tidak pernah terdengar jeritan atau teriakan minta tolong.
"Yang sering terdengar justru suara pukulan atau tendangan ke tembok," katanya.
Setiap kali suara itu dipertanyakan, Taufik selalu memberikan penjelasan yang membuat situasi terlihat biasa. Akibatnya, tidak ada laporan atau tindakan lanjutan yang dilakukan saat itu.