Selain dikenal tertutup, Taufik juga disebut memiliki sifat temperamental. Warga beberapa kali melihat perilakunya yang mudah marah dan agresif, terutama setelah mengonsumsi minuman keras.

 

"Kadang tiba-tiba marah atau mengajak orang berkelahi," ujar Mulyati.

 

Momen yang paling membekas dalam ingatan penghuni kos terjadi pada awal Juni 2026. Saat itu, korban akhirnya dibawa ke rumah sakit dalam kondisi yang disebut sangat memprihatinkan.

Sebelum berangkat, pelaku sempat meminjam kerudung dan merias korban cukup lama di dalam kamar. Ketika keluar, korban harus dipapah karena tak mampu berjalan sendiri. Wajah korban juga ditutupi saat dibawa menuju mobil yang sudah menunggu di depan gerbang kos.

 

"Korban dibopong keluar. Kondisinya sudah sangat lemah," kata Mulyati.