estoria.id – Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diduga dibuang ke dalam troli pasir. Peristiwa yang disebut terjadi di MTsN 4 Bondowoso itu langsung memicu beragam reaksi publik.
Menanggapi ramainya video tersebut, Kepala MTsN 4 Bondowoso, Dra. Qurniatul Fathiyah, memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Menurutnya, makanan yang terlihat dibuang dalam video bukanlah paket MBG yang masih utuh, melainkan hanya sisa makanan setelah dikonsumsi para siswa.
"Yang viral itu bukan makanan utuh yang dibuang, tetapi hanya sisa makanan setelah dimakan oleh siswa," ujar Qurniatul dalam keterangan resminya, Rabu (22/07/2026).
Qurniatul menjelaskan, kejadian tersebut bermula dari keterlambatan distribusi paket MBG ke sekolah. Keterlambatan itu terjadi karena kendaraan pengantar harus mencari jalur alternatif akibat akses menuju sekolah ditutup sementara saat kunjungan Wakil Menteri ke Desa Lombok Kulon pada Senin (20/07/2026).
Akibat distribusi yang terlambat, waktu makan siang siswa sudah tiba lebih dulu. Pihak sekolah pun mengizinkan siswa membeli makanan di kantin agar tidak menunggu terlalu lama.
Ketika paket MBG akhirnya tiba, sebagian besar siswa telah makan. Meski demikian, makanan MBG tetap dibagikan dan dikonsumsi, hanya saja banyak yang tidak habis karena para siswa sudah kenyang.
"Anak-anak tetap makan makanan MBG, tetapi hanya tersisa sedikit karena sebelumnya sudah membeli makanan di kantin. Jadi yang dibuang itu hanya sisa makanan, bukan paket MBG yang masih utuh," jelasnya.
Ia menambahkan, sisa makanan tersebut sebenarnya telah direncanakan untuk diambil oleh para guru sehingga tidak langsung dibuang begitu saja.
Selain meluruskan isi video, pihak sekolah juga membantah sebagai pihak yang merekam maupun menyebarkan rekaman tersebut.
Saat kejadian, area MTsN 4 Bondowoso digunakan sebagai lokasi parkir kendaraan VIP dalam rangka kunjungan Wakil Menteri. Karena itu, pihak sekolah menduga video direkam oleh orang di luar lingkungan madrasah.
"Bahkan salah satu guru kami sudah menegur orang yang merekam agar tidak mengambil video, tetapi teguran tersebut tidak dihiraukan," ungkap Qurniatul.