ESTORIA - Nilai tukar rupiah kembali mencatat pelemahan tajam terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pada perdagangan Kamis (04/06/2026) pagi, mata uang Garuda untuk pertama kalinya menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS, sebuah titik yang selama ini menjadi perhatian pelaku pasar.
Berdasarkan data pasar spot, rupiah sempat berada di level Rp18.015 per dolar AS pada pukul 09.11 WIB, melemah sekitar 0,42% dibandingkan penutupan sebelumnya. Pelemahan ini menandai tekanan yang terus berlanjut dalam beberapa bulan terakhir.
Pergerakan rupiah menuju level tersebut berlangsung relatif cepat. Setelah menutup perdagangan di atas Rp17.000 per dolar AS pada awal April 2026, mata uang Indonesia itu hanya membutuhkan waktu kurang dari dua bulan untuk terdepresiasi sekitar Rp1.000 hingga akhirnya menembus angka Rp18.000.
Analis menilai pelemahan rupiah saat ini merupakan hasil dari kombinasi faktor eksternal dan domestik yang secara bersamaan membebani sentimen pasar.
Dolar AS Menguat karena Konflik Timur Tengah