ESTORIA – Momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah dimaknai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep sebagai titik awal memperkuat semangat perubahan dalam pembangunan daerah. Bukan sekadar pergantian kalender Hijriah, momen ini diharapkan menjadi penggerak lahirnya budaya inovasi yang mampu menjawab tantangan zaman sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep, Arif Firmanto, menegaskan bahwa semangat hijrah mengandung pesan penting tentang keberanian melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Nilai tersebut, menurutnya, harus diterjemahkan dalam setiap kebijakan dan program pembangunan yang lebih adaptif, kreatif, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
"Budaya inovasi harus menjadi bagian dari cara kerja pemerintah. Perencanaan pembangunan tidak cukup hanya menjalankan rutinitas, tetapi harus mampu melahirkan solusi baru yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," kata Arif, Selasa (16/06/2026)
Ia menjelaskan, dinamika pembangunan daerah terus mengalami perubahan seiring perkembangan sosial, ekonomi, hingga pesatnya kemajuan teknologi. Kondisi tersebut menuntut pemerintah daerah untuk tidak hanya menjalankan pola kerja konvensional, tetapi juga mampu menghadirkan terobosan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Karena itu, Bappeda terus mendorong seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) membangun ekosistem inovasi di lingkungan kerja masing-masing. Upaya tersebut dilakukan melalui penyusunan program berbasis data, penguatan kolaborasi lintas sektor, serta optimalisasi pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.